Wednesday, October 27, 2010

SA'AD BIN ROBIE'






(Hari Uhud beberapa saat setelah kekalahan terjadi atas pasukan islam)


Diantara tubuh yang bergelimpangan. Darah merah segar mengalir dari luka-luka akibat sayatan pedang atau tusukan panah. Wajah-wajah sahabat yang selamat terlihat kecewa dan terluka.
Nabi Muhammad SAW duduk dengan luka parah di dahinya sementara dua giginya tanggal akibat pukulan seorang tentara musuh. Tiba-tiba ingatan tentang seseorang membuatnya berdiri dan berujar lantang:
"Wahai sahabatku sekalian! Adakah seseorang mau mencarikan untukku Sa’ad bin Robie’ masih hidupkah ia ataukah sudah tiada?"
Berdiri seorang sahabat anshor :
"Aku akan melakukannya untukmu, ya RosulAllah.."

Tuesday, October 19, 2010

BELAJAR DARI SEEKOR BURUNG


Seorang sholeh mengunjungi kawannya dan mendapati kawannya tersebut tengah menangis terisak-isak di beranda rumahnya


"Mengapa menangis, kawan?" tanyanya kebingungan

"Burung peliharaanku mati" jawab kawannya diantara isak tangisnya

"Hanya karena seekor burung dan engkau menangis sesedih ini? Tenangkanlah hatimu semoga Allah memberimu kesenangan yang lain?"


"Bukan begitu masalahnya, kawan. Aku telah mengajari burungku itu kalimat LA ILAHA ILLALLAH, dan ia telah berhasil mengucapkannya dengan fasih. Ia selalu mengulang-ulang kalimat itu setiap waktu. Namun pagi tadi seekor kucing membuka sangkar dan menerkamnya. Kau tahu? ia hanya berteriak-teriak 'Kkkhhhh.. Kkhh.. Kkkkkkkhhh..' sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir dan bukan kalimat yang aku ajarkan padanya selama ini.

Kawan, Aku takut jika selama ini kalimat LA ILAHA ILLALLAH itu kuucapkan hanya di lisanku saja tanpa pemahaman dan pengamalan seperti burungku itu, aku mungkin akan bernasib sama dengannya"


Sunday, October 17, 2010

TENTANG ROSULALLAH SAW





Katakanlah adakah seseorang yang lebih hebat darinya?
Yang Allah tuhannya membagi padanya rahmat untuk dia bagikan pada semesta?
Yang jutaan malaikat kepadanya tak berhenti bersholawat,
matahari karena doanya tenggelam terlambat, Bulan terbelah dan  pepohonan sujud padanya?

Friday, October 15, 2010

IBADAHLAH DENGAN HATI



Sebutlah Salim namanya, santri di sebuah pesantren entah dimana. Pagi itu saat pelajaran di kelas pikirannya dipenuhi dengan gambaran tentang pena baru yang dibeli temannya beberapa hari lalu, maka dia yang baru mendapatkan kiriman uang dari orang tuanya berniat sekeluarnya dari kelas hari ini akan segera menuju pasar membeli barang yang sama. Ia memikirkan gerangan warna apa yang akan ia pilih dan berharap-harap harganya tidak naik sehingga ia masih memiliki kelebihan uang yang bisa dia belikan barang yang lainnya..
Tiba-tiba lamunan Salim buyar seketika tatkala gurunya memanggil namanya dan memintanya maju ke depan kelas.
“Pergilah ke pasar dan tetaplah berada disana sampai jam 12 siang nanti, lalu temuilah aku jika kau sudah sampai kembali di pesantren ini“ Kata gurunya kemudian.

Wednesday, October 13, 2010

HARI RAYA SETIAP HARI


Kawan..
Hari raya atau hari yang orang kita biasa menyebutnya dengan lebaran identik dengan hari bahagia, hari suka cita, hari dimana semua umat yang merayakannya mengiringinya dengan senyuman, kata2 manis, saling bertegur sapa mengucapkan selamat, makan enak, saling berkunjung dan bersuka ria. Intinya hari raya adalah hari kebahagiaan. Karena itu pula lah di hari raya idul fitri kita diwajibkan membayar zakat fitrah agar bisa dipastikan tak ada umat islam yang tidak makan, dan di hari raya idul adha disunnahkan berkurban agar umat islam bisa makan daging kurban pada hari tersebut.
Itulah hari raya dalam pengertian kita, lalu cobalah baca makna hari raya dalam pengertian yang berbeda
Sayyidina Ali RA tatkala membahas tentang hari tersebut beliau berkata :

“Hari raya adalah hari dimana engkau tak berbuat dosa didalamnya“
Seseorang bertanya kepada seorang ulama soleh ketika penanggalan Syawwal berbeda-beda di suatu tahun :
 "Menurutmu kapan jatuhnya hari raya?
Beliau menunduk lantas menjawab gundah :
“Hari raya adalah hari dimana engkau bertemu Tuhanmu dan Dia menemuimu dengan penuh keridhoan ..“
Sayyidah Aisyah RA ketika suatu kali melakukan sesuatu yang membuat Nabi Muhammad SAW suaminya senang, Nabi mendoakannya dengan berkata :
“Ya Allah.. ampunilah Aisyah segala dosa-dosanya yang tampak ataupun yang tersembunyi, yang dia tahu ataupun yang tidak, yang lalu ataupun yang akan datang..
Kebahagiaan tampak di wajah Aisyah yang segera merona merah, ia lalu berkata :
 “Ini adalah hari raya untukku ya Rosulallah..

Maka dari pengertian mereka
Hari raya bukanlah sekedar hari suka cita, ia bukan sekedar saat memakai pakaian baru menjadi sunnah, bukan sekedar hari saling bersilaturrahmi antar family, bukan hanya hari dimana makanan aneka rupa terhidang di meja makan kita..
Hari raya sejatinya adalah hari bahagia, hari kita mendapat karunia, hari kita melakukan sesuatu yang berharga, hari kita membahagiakan orang yang kita cinta, hari tanpa dosa, hari dimana Allah memandang kita dengan pandangan cinta, dan hari dimana Rosulullah menengadahkan tangan dan berdoa untuk masuknya nama kita dalam kelompoknya kelak disana..
Kawan..
Selamat berhari raya setiap hari

Tuesday, October 12, 2010

CINTA & RINDU


Anakku...
Kamu bilang CINTA waktu itu
padahal kamu tak faham benar cinta itu apa?
Lantas kamu bilang RINDU pula
Ah... Seharusnya kalimat itu tak keluar dari mulutmu begitu saja.

Dengar, nak...!
Cinta tak sedangkal yang kamu kira
Cinta adalah pertarungan bahagia vs sengsara
Demonstrasi gede-gedean antara hati dan akal manusia
Cinta itu surga atau neraka
alasan terkuat kamu menghadap Tuhan nantinya
bukan kalimat ringan keluar dari mulutmu semudah itu

Lantas RINDU pula
Duh... Sembarangan benar lidahmu berolah kata
"Karena rindu, aku rela menahan dahaga", kata Abu Bakar Assidiq sahabat setia
"Karenanya kutinggalkan tidur dan semalaman berjaga", demikian Rabiah Adawiyah bercerita
Maka rindu adalah bukti dari rasa cinta yang tak terbendung lagi
lahir darinya pengorbanan
besarnya sesuai kadar kerinduan
bukan sebatas kata sembarang
keluar dari bibirmu lalu terbang
fahamilah itu, sayang...

(Tarim, Akhir Safar 1422H)

PEMBERI RIZKI YANG MAHA AGUNG


Pentingkah bila hidup adalah sebuah sebuah danau yang tenang
Atau suatu bah air yang keruh ?
Ia tak abadi
Jutaan binatang hidup tanpa cemas
Merpati tak tahu apakah ia akan makan nanti malam
Tetapi ia tetap bersenandung
Dari gajah sampai unggas 
Semua adalah hasil ciptaaan Tuhan
Dan bergantung kepada-Nya
-pemberi rizki yang maha agung-

Jalaludin Rumi



DI SINILAH AKU


Allah telah berfirman :
Seruanmu memanggil nama-Ku adalah jawaban-Ku.
Kerinduanmu pada-Ku adalah pesan-Ku untukmu.
Segala upayamu untuk menggapai-Ku
pada hakikatnya adalah upaya-Ku menggapaimu.
Ketakutan dan cintamu adalah simpul untuk mendapati Aku.
Dalam keheningan yang mengelilingi setiap seruan "Allah"
menanti seribu jawaban
"Di sinilah Aku."


Jalaludin Rumi



BAYARAN UNTUK SANG GURU


Tuhan menawarkan kepada seorang guru anugerah harta dunia. Tapi dia justru malah berkata:
"Mengapa aku harus minta dibayar untuk jatuh cinta pada Tuhan?"
Seorang pelayan minta imbalan atas apa yang dikerjakan.
Namun pecinta hanya ingin mencintai samudera yang kedalamannya tak kan pernah terukur.

Jalaludin Rumi



MERENGKUH CAHAYA


Tuhan telah berfirman : "Jangan berlebih-lebihan dalam makan dan minum".
Tetapi jangan pernah terpuaskan kala engkau merengkuh cahaya.

Jalaludin Rumi



PEMUJA BENTUK


Barang siapa melihat sesuatu pada sebab, maka dia akan menjadi pemuja bentuk. Namun, orang yang mampu melihat pada SEBAB PERTAMA maka dia akan menemukan cahaya yang memancarkan makna.

Jalaludin Rumi



PERGI DENGAN KAKI BERLUMPUR


Saat kau dengar cerita mesum, basuhlah telingamu !
Saat kau lihat hal yang buruk, basuhlah matamu !
Saat terbetik pikiran keruh, basuhlah pikiranmu !
Dan biarkan meski kakimu tetap berlumpur.

Jalaludin Rumi



KESUCIAN HATI


Dimanapun, jalan untuk mencapai kesucian hati ialah melalui kerendahan hati maka dia akan sampai pada jawaban "YA" dalam pertanyaan "BUKANKAH AKU ADALAH TUHANMU?"

Jalaludin Rumi



KALAM SALAF


Ketika seseorang melakukan kebaikan, kebaikan itu akan menjadi cahaya dihatinya
dan kekuatan di badannya. Begitu pula ketika seseorang melakukan keburukan,
ia akan menjadi kegelapan di hatinya dan kelemahan di badannya.

Hasan Albashry



LANGIT-KU


" Tidakkah menurutmu, langit-Ku
mempesona dan indah ?
Mengapa engkau tidak memperhatikan lebih seksama?
Jangan puas dengan pandangan sekilas,
lihatlah berulang-ulang.
Lalu katakanlah, apakah ia mempunyai
satu kecacatan ? ."

(Almulk, ayat ke 3)



JANGAN


Tuhan telah berfirman : “Jangan berlebih-lebihan dalam makan dan minum “. Tetapi jangan pernah terpuaskan kala engkau merengkuh cahaya.

Jalaludin Rumi

RODA KEHIDUPAN


" Jika ada kepedihan menimpamu,
Ketahuilah ! kepedihan yang sama pernah menimpa
orang-orang sebelummu.
Karena ini adalah roda kehidupan yang Aku gulirkan
kepada manusia. Untuk Aku memilah
siapa di antara kamu sekalian yang benar-benar beriman
hingga kelak Aku jadikan peraih kesyahidan
di jalan-Ku "

(Ali imron 140)



PENAKLUK HATI


Seseorang mengetuk pintu seorang Sahabat.

“ Siapa itu? ” tanya sahabat itu.
“ Ini Aku “ ujar orang itu.
“ Kalau begitu, pergilah! “ ujar sahabat itu.
“ Tidak ada ruang untuk dua orang di sini,
Tidak ada tempat di mejaku untuk makanan mentah “
Orang yang sangat bingung ini
melakukan perjalanan selama setahun
sampai api dalam jiwa telah memasaknya.
Lalu ia kembali ke pintu itu dan,
setelah melangkah bolak-balik dengan gugup sebentar,
dengan tenang dan penuh takzim mengetuk kembali.
“ Siapa itu ?” tanya Sahabat itu.
“ Wahai Penakluk hati, ini Engkau “ jawab orang itu.
“ Kalau begitu, masuklah! “ ujar Sahabat itu,
“ Karena kita adalah Satu, ada ruang buat dua.”


(Jalaludin Rumi)



Monday, October 11, 2010

KEPADA SANG HABIB


Kepada sang habib

Kelak,
Kan kucari sejuk kalammu
Di antara titik-titik embun pagi

Kan kucari damai tatapmu
Di antara desau-desau dedaunan
Hijau kotaku

Kan kucari indah kebersaanmu
Di antara segala keindahan
Yang kutemui

Engkau,
Tak kan jua kudapati

Guru,
Anggap aku muridmu


Tarimul khair
Agustus,99



KEPADA ROSULALLAH


Kepada RosulAllah..

Kembali kami pada robiul awwal bulanmu,
Dan tak ada yang terucap dari kami kecuali hanya sekedar terima kasih
Ya ! terima kasih. Ya RosulAllah..
Terima kasih atas kasih sayangmu untuk kami
Terima kasih atas limpahan rahmat dan kilau cahaya yang kau tebar di bumi
Terima kasih atas doa-doa indahmu mendoakan kami
Terima kasih atas ribuan istighfar permohonan ampunmu untuk kami
Terima kasih untuk sujud-sujud panjangmu meminta syafaat buat kami
Sungguh kami hanya bisa berterima kasih karena sungguh kami tak bisa membalasnya dengan apapun.

Terima kasih pula, ya RosulAllah..
Atas tiap tetesan keringatmu berjuang demi kami.
Terima kasih untuk lelah dan pengorbananmu untuk kami
Terima kasih untuk tiap air mata dan sedu sedanmu menghawatirkan nasib kami.
Dan terima kasih untuk segenap bimbingan, setiap ajaran, dan seluruh didikan darimu.
Sungguh sekali lagi hanya berterima kasih yang kami bisa, karena ternyata maaf..
untuk menjadi umatmu kami  jauh dari sempurna.
Maaf atas didikanmu yang belum banyak terlaksana
Maaf atas sunnahmu yang bahkan di rumah-rumah kamipun, kami abaikan begitu saja.
Maaf atas syariat yang telah kau perjuangkan dan tak kami jalankan dengan semestinya.
Maaf atas akhlak dan budi pekertimu yang sekedar teori tanpa praktek dalam diri kami.
Maaf, jika selama ini kami mengaku mencintaimu tanpa mampu memberi bukti..

Pada robiul awwal, bulanmu.. ada harap kami
Semoga bisa menjadi umat yang baik. Untukmu...


Jakarta, Maret 08 Halimah Alaydrus




MAAFKAN AKU GURU


Maafkan aku, guru..
Kisi-kisi waktu telah menyudutkan keberadaanku
Tinggallah aku
Tanpamu
Dan orang yang kau kenali

Maafkan aku, guru..
Jika mutiara hikmahmu bak luruh jadi debu
Karena aku ternyata tak mampu
Bahkan sekedar memikul beban ringan di pundakku
Maafkan aku, guru..
Segala jerih payahmu
Tiada sanggup terbalas dariku.

YANG TAK TERELAKKAN


Suatu hari seorang bangsawan tergesa-gesa menemui Nabi Sulaiman, dengan berseru:  “Tolonglah aku, Arif besar. Aku telah melihat Izrail, Malaikat maut, menatapku dengan pandangan mengancam. Gunakan kekuatan gaibmu untuk memindahkanku jauh dari sini. ke india. Ke mana aku akan aman. Nabi Sulaiman berkata: “baik, jika itu yang engkau inginkan” dan Nabi Sulaimanpun memerintahkan angin untuk membawa orang itu  ke india.

Hari berikutnya Nabi Sulaiman bertanya kepada Izroil:  “Pandangan mengancam bagaimana yang engkau arahkan kepada orang malang itu, hingga mendorongnya pergi sedemikian buru-buru?” Izroil menjawab “Aku tidak  mengarahkan pandangan mengancam sama sekali. Sebenarnya, aku menatapnya justru karena aku bingung. Tuhan menyuruhku mencabut nyawa orang ini ketika ia berada di India, tetapi ia masih saja ada di sini di istanamu, dan aku tidak tahu sama sekali bagaimana aku akan mematuhi kehendak Tuhan sampai ia menuju ke india kepada kematiannya sendiri" 

WAHAI WANITA


Wahai wanita, Engkau adalah tiang

Nabi bersabda: “wanita adalah tiang negara, jika baik wanita suatu negara maka baiklah negaranya. Dan jika rusak mereka maka akan hancur pulalah negaranya”

Nabi menamakan kita kaum wanita sebagai tiang dan tentu saja bukan tanpa alasan. Sebagaimana sifat tiang dalam sebuah bangunan. Ia adalah penentu kekuatan. Bisa jadi sebuah rumah terlihat indah dari luar namun jika tidak memiliki tiang yang kokoh, kerobohannya sudah bisa diperkirakan.

Wanita bukan hanya pintu pembuka, bukan pula atap tempat berteduh, ia bukan alas tempat kaki berpijak, bahkan bukan dinding sarana penutup aib dari pandangan orang. Ia adalah tiang, dan sekali lagi untuk sifat tiang jika ia dirobohkan roboh pulalah seluruh bangunan.
Bisa jadi laki-laki lebih pintar, tapi soal bermain dengan perasaan, wanita selalu tak terkalahkan. Bisa jadi lelaki lebih kuat tenaganya tapi urusan kesabaran menghadapi keruwetan selalu wanita lebih mampu menahan.maka, sekali lagi wanita adalah tiang, ia adalah tumpuan segenap permasalahan.

Baru-baru ini hasil penelitian membuktikan bahwa otak wanita yang kanan (untuk kemampuan berketrampilan) dan yang kiri (tempat mencerna pengetahuan) seimbang, sementara laki-laki memiliki kecendrungan otak kirinya lebih baik dari yang kanan. Wanita lebih mampu berketrampilan dan ia lebih bisa untuk melakukan dua hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Jangan marah kalau engkau mengajak anak perempuanmu berbicara serius dan dia sambil menjahit pakaian, katena ia tetap bisa berkonsentrasi meski sambil berkegiatan. sementara terhadap anak laki-lakimu mintalah mereka memandang matamu tanpa melakukan aktifitas apapun ketika engkau mengajak mereka bicara penting, karena tatkala otaknya bekerja pada sesuatu , urusan yang lain jadi terbengkalai. Ternyata sekali lagi benar nabi jika menyebut wanita sebagai tiang, karena sifat tiang adakah menjadi sandaran diciptakan berkemampuan melakukan banyak hal di waktu yang bersamaan.

Dengan segenap perbedaan wanita dan lelaki dicipta berlainan. mengapa harus menuntut persamaan hak dan kesejajaran jika perbedaan itu bukan sebuah perendahan namun justru pemuliaan kalau kita cerna lebih dalam.

Perbedaan cara berpakaian misalnya adalah sarana menghormati diri sendiri, karena wanita yang tak mempertontonkan aurotnya justru tengah melindungi dirinya dari kejahatan laki-laki yang tak bertanggung jawab atas dirinya. Adanya hak talak hanya dimiliki kaum laki-laki adalah cara paling aman untuk menghindari perceraian, karena bagaimanapun wanita lebih mudah hanyut dalam perasaan dan mudah terbawa emosi dibanding kaum lelaki yang logika lebih bermain untuk mereka.

Maka ketika wanita membicarakan kesetaraan gender misalnya mereka tidak sedang melakukan kecuali berpindah kodrat dan kembali pada nilai rendah yang sebelum islam diturunkan. Sungguh bukan sedang menuju kesempurnaan. Karena kesempurnaan wanita adalah ketika ia menjadi tiang. tempat sandaran untuk anak-anaknya. Tempat keluh kesah suaminya. Tempat beragam macam kegiatan mampu ia lakukan dalam waktu bersamaan
Maka,wahai para tiang, tak usah ingin menjadi atap, pintu, dinding atau yang lain.. tetaplah menjadi tiang yang menjalankan fugsi tiang, karena bagaimanapun yang terpenting dalam sebuah tatanan adalah tiang, langkah awal perubahan semua bergantung dari engkau. ketika engkau kokoh dan tegar seluruh bangunan menjadi demikian..   

Di atas awan, dalam pesawat menuju saudi arabia
20 mei 2008



WAHAI SEGENAP MATA


Wahai segenap mata
Tirulah mata nabimu!
Ia melihat kebenaran seterang siang
Ia menatap sesama dengan cinta
Ia memandang dunia dan tak menganggapnya berharga
Jika matamu sepertinya
Kau kan diizinkan menatap indah parasnya

Wahai segenap telinga
Seperti telinga nabi, mendengarlah!
Telinga yang pandai menyimak firman Tuhannya
Telinga yang tak bosan mendengar keluh kesah
Telinga yang tak suka mendengar aib orang dibuka-buka
Jika kau meniru caranya mendengar
Kelak di mahsyar kau akan mendengar surat Arrahman oleh nabi dibacakan

Wahai segenap lisan
Engkau adalah pedang
Kepandaian memegangmu membutuhkan perjuangan
Luruslah engkau dengan lisan nabi jadi sejalan
Lisannya hanya menyuarakan kebenaran
Lisannya berisi doa-doa indah yang menyejukkan
Lisannya berstempel anti bohong,anti  ghibah, anti hujat  ataupun  laknat
Pilihlah jalan sepertilisannya untuk kau jalani
Kelak nanti kau diizinkan mengucap salam padanya suatu hari nanti

Wahai segenap tangan dan kaki
Seperti kaki tangan nabi
Melangkahlah di bumi Allah ini
Tangannya suka memberi
Bertengadah dalam doa tanpa kenal lelah
Dan bertanyalah pada uhud, badar ataupun tabukh
Nabi berjihad tanpa lelah demi agama Allah
Atau tantyakan pada malam-malam panjang di masanya
Kakinya bengkak dalam qiyam, ruku dan sujud-sujud panjangnya
Andai tangan kakimu dengan nabi meniru
Di ujung shirot nanti nabi menunggumu
Membimbing tanganmu menuju syurga yang telah menantimu

Wahai segenap hati..
Andai rasamu terciprat rasa hati nabi
Sedihmu adalah atas dosa dan maksiat
Bahagiamu atas ibadah dan taat
Hati nabi kala dibuka berisi rahmat
Yang siap ditebar kepada seluruh umat
Tak ada benci, iri, dengki ataupun kesombongan
Dari sanalah bersumber darinya segala kebaikan
Andai.. dengan hati nabi hatimu tersambungkan
Sungguh, untukmu Allah turunkan segenap kasih sayang
Dan bersama nabi engkau selalu berdampingan.

Wahai segenap anggota badan
Sambungkan dengan anggota nabi sang teladan  

Sebuah Moment


Pagi kala itu, Ia menjinjing tasnya. Berjalan perlahan menelusuri koridor sekolah. Ia masuki sebuah ruang kelas, menghempaskan dirinya di bangku, membuka buku pelajarannya lantas mulai mengerjakan PR yang belum sempat Ia kerjakan di rumah.

Pagi ini, Ia kembali menjinjing tasnya. Namun Ia tak lagi menelusuri koridor sekolah. Yang Ia telusuri kini adalah gang gang kota penuh debu. Kiri kanannya rumah rumah tanah yang berjejer rapi seperti kotak korek api yang tersusun. Ia lantas memasuki sebuah rumah, duduk, membuka tasnya kemudian mulai membaca kitab suci agamanya.

Pagi di suatu hari nanti, Ia tak akan lagi membawa tas. Di tangannya kala itu yang ada adalah lentera. Ia akan kembali menelusuri, tapi bukan lagi koridor sekolah ataupun gang gang kota itu. Bahkan bukan tempat manapun yang pernah Ia kunjungi sebelumnya. Ia akan kunjungi sebuah jaringan. Ia akan telusuri aliran aliran yang berliku. Dan itu pasti akan jadi moment paling berharga bagi dirinya dan paling bersejarah dalam hidupnya.

Yang kelak akan Ia telusuri adalah jaringan otak dan pikirannya sendiri. Yang akan Ia kunjungi adalah aliran aliran darah yang mengalir dalam tubuhnya. Dan lentera di tangannya akan memberinya cahaya agar Ia tak tersesat di sana. Ada banyak hal yang akan Ia lakukan dalam rihlahnya kali ini. Ia akan perbaiki aliran otaknya yang beku akibat keangkuhan. Ia akan lunakkan otot otot jiwanya yang mengeras akibat kekuatan nafsu. Ia akan luruskan sendi sendi nuraninya yang membengkok tertimpa ego. Ia akan bersihkan darahnya dari segala bakteri yang bersumber dari konsumsi subhat di lambungnya. Hingga pada akhirnya ia akan tinggalkan lentera itu di ruang hatinya biar Ia sinari tiap ruangnya dan tak ada lagi kegelapan akibat asap pekat kemaksiat yang selama ini Ia kerjakan.

Akan Ia lakukan semuanya, suatu saat nanti.

Namun saat ini, biarkan saja Ia menjinjing tasnya menelusuri gang gang kota itu. Berhenti di sebuah majlis membuka catatannya dan menulis perlahan.

Hadromaut Yaman,”99”         

PERJALANAN


Perjalanan atau rihlah adalah noktah yang mengawali pertemuan jiwa dengan alam. Saat saat yang begitu mengagungkan ketika perjalanan itu berarti pula perjalanan akal dan pemikiran kita. Kalau ada dunia yang begitu membutuhkan dan menantikan para rohhal maka itu adalah dunia islam. Namun ada sesuatu yang terlalu peka untuk disebut disini adalah bahwa dunia islam kita tidak melulu mengacu pada batasan geografis tapi lebih menekankan pada realita ideologi. Maka, dunia islam kita dalam pengertian terakhir ini adalah tiap jengkal tanah dimana laa ilaaha illallah didengungkan.