Showing posts with label Huruf. Show all posts
Showing posts with label Huruf. Show all posts

Tuesday, November 9, 2010

KAMUKAH DIA ??



Kamukah orangnya itu?
Yang apabila ditanya :

"Apa saja kegiatanmu sekarang?"

Dia akan menjawab :

"Aku sedang sibuk benahi hati,
koreksi nurani,
meletakkan sesuatu sesuai posisi,
dan membuang yang tidak penting sama sekali"

Atau

Sunday, October 17, 2010

TENTANG ROSULALLAH SAW





Katakanlah adakah seseorang yang lebih hebat darinya?
Yang Allah tuhannya membagi padanya rahmat untuk dia bagikan pada semesta?
Yang jutaan malaikat kepadanya tak berhenti bersholawat,
matahari karena doanya tenggelam terlambat, Bulan terbelah dan  pepohonan sujud padanya?

Tuesday, October 12, 2010

CINTA & RINDU


Anakku...
Kamu bilang CINTA waktu itu
padahal kamu tak faham benar cinta itu apa?
Lantas kamu bilang RINDU pula
Ah... Seharusnya kalimat itu tak keluar dari mulutmu begitu saja.

Dengar, nak...!
Cinta tak sedangkal yang kamu kira
Cinta adalah pertarungan bahagia vs sengsara
Demonstrasi gede-gedean antara hati dan akal manusia
Cinta itu surga atau neraka
alasan terkuat kamu menghadap Tuhan nantinya
bukan kalimat ringan keluar dari mulutmu semudah itu

Lantas RINDU pula
Duh... Sembarangan benar lidahmu berolah kata
"Karena rindu, aku rela menahan dahaga", kata Abu Bakar Assidiq sahabat setia
"Karenanya kutinggalkan tidur dan semalaman berjaga", demikian Rabiah Adawiyah bercerita
Maka rindu adalah bukti dari rasa cinta yang tak terbendung lagi
lahir darinya pengorbanan
besarnya sesuai kadar kerinduan
bukan sebatas kata sembarang
keluar dari bibirmu lalu terbang
fahamilah itu, sayang...

(Tarim, Akhir Safar 1422H)

PENAKLUK HATI


Seseorang mengetuk pintu seorang Sahabat.

“ Siapa itu? ” tanya sahabat itu.
“ Ini Aku “ ujar orang itu.
“ Kalau begitu, pergilah! “ ujar sahabat itu.
“ Tidak ada ruang untuk dua orang di sini,
Tidak ada tempat di mejaku untuk makanan mentah “
Orang yang sangat bingung ini
melakukan perjalanan selama setahun
sampai api dalam jiwa telah memasaknya.
Lalu ia kembali ke pintu itu dan,
setelah melangkah bolak-balik dengan gugup sebentar,
dengan tenang dan penuh takzim mengetuk kembali.
“ Siapa itu ?” tanya Sahabat itu.
“ Wahai Penakluk hati, ini Engkau “ jawab orang itu.
“ Kalau begitu, masuklah! “ ujar Sahabat itu,
“ Karena kita adalah Satu, ada ruang buat dua.”


(Jalaludin Rumi)



Monday, October 11, 2010

KEPADA SANG HABIB


Kepada sang habib

Kelak,
Kan kucari sejuk kalammu
Di antara titik-titik embun pagi

Kan kucari damai tatapmu
Di antara desau-desau dedaunan
Hijau kotaku

Kan kucari indah kebersaanmu
Di antara segala keindahan
Yang kutemui

Engkau,
Tak kan jua kudapati

Guru,
Anggap aku muridmu


Tarimul khair
Agustus,99



KEPADA ROSULALLAH


Kepada RosulAllah..

Kembali kami pada robiul awwal bulanmu,
Dan tak ada yang terucap dari kami kecuali hanya sekedar terima kasih
Ya ! terima kasih. Ya RosulAllah..
Terima kasih atas kasih sayangmu untuk kami
Terima kasih atas limpahan rahmat dan kilau cahaya yang kau tebar di bumi
Terima kasih atas doa-doa indahmu mendoakan kami
Terima kasih atas ribuan istighfar permohonan ampunmu untuk kami
Terima kasih untuk sujud-sujud panjangmu meminta syafaat buat kami
Sungguh kami hanya bisa berterima kasih karena sungguh kami tak bisa membalasnya dengan apapun.

Terima kasih pula, ya RosulAllah..
Atas tiap tetesan keringatmu berjuang demi kami.
Terima kasih untuk lelah dan pengorbananmu untuk kami
Terima kasih untuk tiap air mata dan sedu sedanmu menghawatirkan nasib kami.
Dan terima kasih untuk segenap bimbingan, setiap ajaran, dan seluruh didikan darimu.
Sungguh sekali lagi hanya berterima kasih yang kami bisa, karena ternyata maaf..
untuk menjadi umatmu kami  jauh dari sempurna.
Maaf atas didikanmu yang belum banyak terlaksana
Maaf atas sunnahmu yang bahkan di rumah-rumah kamipun, kami abaikan begitu saja.
Maaf atas syariat yang telah kau perjuangkan dan tak kami jalankan dengan semestinya.
Maaf atas akhlak dan budi pekertimu yang sekedar teori tanpa praktek dalam diri kami.
Maaf, jika selama ini kami mengaku mencintaimu tanpa mampu memberi bukti..

Pada robiul awwal, bulanmu.. ada harap kami
Semoga bisa menjadi umat yang baik. Untukmu...


Jakarta, Maret 08 Halimah Alaydrus




MAAFKAN AKU GURU


Maafkan aku, guru..
Kisi-kisi waktu telah menyudutkan keberadaanku
Tinggallah aku
Tanpamu
Dan orang yang kau kenali

Maafkan aku, guru..
Jika mutiara hikmahmu bak luruh jadi debu
Karena aku ternyata tak mampu
Bahkan sekedar memikul beban ringan di pundakku
Maafkan aku, guru..
Segala jerih payahmu
Tiada sanggup terbalas dariku.

WAHAI SEGENAP MATA


Wahai segenap mata
Tirulah mata nabimu!
Ia melihat kebenaran seterang siang
Ia menatap sesama dengan cinta
Ia memandang dunia dan tak menganggapnya berharga
Jika matamu sepertinya
Kau kan diizinkan menatap indah parasnya

Wahai segenap telinga
Seperti telinga nabi, mendengarlah!
Telinga yang pandai menyimak firman Tuhannya
Telinga yang tak bosan mendengar keluh kesah
Telinga yang tak suka mendengar aib orang dibuka-buka
Jika kau meniru caranya mendengar
Kelak di mahsyar kau akan mendengar surat Arrahman oleh nabi dibacakan

Wahai segenap lisan
Engkau adalah pedang
Kepandaian memegangmu membutuhkan perjuangan
Luruslah engkau dengan lisan nabi jadi sejalan
Lisannya hanya menyuarakan kebenaran
Lisannya berisi doa-doa indah yang menyejukkan
Lisannya berstempel anti bohong,anti  ghibah, anti hujat  ataupun  laknat
Pilihlah jalan sepertilisannya untuk kau jalani
Kelak nanti kau diizinkan mengucap salam padanya suatu hari nanti

Wahai segenap tangan dan kaki
Seperti kaki tangan nabi
Melangkahlah di bumi Allah ini
Tangannya suka memberi
Bertengadah dalam doa tanpa kenal lelah
Dan bertanyalah pada uhud, badar ataupun tabukh
Nabi berjihad tanpa lelah demi agama Allah
Atau tantyakan pada malam-malam panjang di masanya
Kakinya bengkak dalam qiyam, ruku dan sujud-sujud panjangnya
Andai tangan kakimu dengan nabi meniru
Di ujung shirot nanti nabi menunggumu
Membimbing tanganmu menuju syurga yang telah menantimu

Wahai segenap hati..
Andai rasamu terciprat rasa hati nabi
Sedihmu adalah atas dosa dan maksiat
Bahagiamu atas ibadah dan taat
Hati nabi kala dibuka berisi rahmat
Yang siap ditebar kepada seluruh umat
Tak ada benci, iri, dengki ataupun kesombongan
Dari sanalah bersumber darinya segala kebaikan
Andai.. dengan hati nabi hatimu tersambungkan
Sungguh, untukmu Allah turunkan segenap kasih sayang
Dan bersama nabi engkau selalu berdampingan.

Wahai segenap anggota badan
Sambungkan dengan anggota nabi sang teladan